Dental Implant

Dental Implan : Prof. Coen Pramono D, Drg., SU., Sp.BM(K)

 

Merupakan salah satu teknik rehabilitasi pembuatan gigi tiruan yang dilakukan dengan cara melakukan penggantian akar gigi menggunakan dental implant. Pemasangan dental implant dilakukan dengan cara menanamkan dental implant tersebut  ke dalam tulang rahang. Dapat dilakukan di rahang atas maupun di rahang bawah. Selanjutnya di atas dental implant tersebut dipasang mahkota gigi sesuai dengan bentuk gigi yang akan digantikannya

Sekilas Sejarah

Dental implant telah dikenal sejak beberapa tahun yang silam, dan mengalami kemajuan pesat sejak tahun 1987. Di negara-negara maju, pemasangan dental implant merupakan  prosedur bedah yang rutin dikerjakan pada prakter dokter gigi seperti halnya pencabutan gigi.

Professor Ingle Brånemark dari Swedia merupakan pelopor pengembang dental implant yang  mulai dikembangkannya  sejak tahun 1967. Saat ini dental implant  terus berkembang sehingga   seluruh negara industri maju ikut mengembangkan dan memproduksi dental implant.

Secara umum pemasangan dental implant dilakukan 2-2.5  bulan setelah pencabutan gigi, dimaksudkan karena luka pada tulang bekas pencabutan gigi telah sembuh dan tulang baru yang sehat telah terbentuk  sehingga dental implant akan dapat dipasang dengan baik. Hal ini dimaksudkan, dental implant dapat terpasang dengan baik  di tulang dan dapat diperoleh primary stability, yaitu terpasangnya dental implant secara kencang pada tulang rahang di awal pemasangan. Primary stability diperlukan agar proses  penyatuan antara dental implant dengan tulang rahang melalui proses yang disebut dengan osseointegration.dapat berlangsung dan proses ini akan berjalan dalam kurun waktu antara 2-2.5 bulan setelah dental implant terpasang. Setelah dental implant mengalami osseointegrasi, tahapan selanjutnya adalah pemasangan mahkota gigi yang didahului dengan pemasangan bagian di atas dental implant yang disebut dengan abutment  implant.

(catatan: terjadinya osseointegrasi dental implant dan tulang disekitarnya merupakan penentu keberhasilan pemasangan suatu dental implant)

 Pada banyak kasus pemasangan dental implant dapat dilakukan segera setelah pencabutan gigi dan dapat diperoleh hasil yang baik dalam pencapaian osseointegrasi. Teknik pemasangan dental implant semacam ini disebut dengan Immediate implant placement (Dasar pemikirannya dapat dijelaskan bahwa luka di tulang rahang bekas pencabutan gigi secara natural akan terisi oleh pertumbuhan tulang baru, sehingga bila dental implant dipasang segera setelah pencabutan gigi, maka jaringan tulang disekeliling soket gigi  akan juga tumbuh disekeliling dental implant seperti halnya pada luka bekas pencabutan gigi normal sehingga  dengan sendirinya dental implant tersebut akan tertutup oleh pertumbuhan tulang baru tersebut).

Dengan demikian teknik ini dapat dipakai sebagai teknik pemasangan dental implant dengan mempertimbangan akan memperpendek waktu kunjungan ke dokter dibandingkan apabila dental implant dipasang menunggu luka bekas pencabutan gigi dibiarkan sembuh dahulu baru kemudian dental implant dipasang.

Pada banyak kasus, pemasangan dental implant dapat dilakukan pada kasus emergensi (misalnya:  kehilangan gigi oleh karena sesuatu hal (mis: kecelakaan) dimana gigi harus dilakukan pencabutan  dan dental implant dapat segera dipasang melalui teknik immediate dental  implant placement.  

Immediate dental implant  placement  tidak diindikasikan pada luka bekas gigi yang mengalami infeksi. Sangat baik bila dilakukan pada gigi-gigi anterior atau gigi depan dan sebaiknya sangat dipertimbangkan untuk dipasangkan gigi-gigi posterior atau gigi geraham.

 

 Endosseous Implants

Endosseous Implant merupakan jenis dental implant yang pemasangannya dilakukan dengan cara memasukkan dental implant tersebut ke dalam tulang rahang. Jika melihat bentuk suatu dental implant dari sisi luar, akan terlihat seperti sebuah sekrup. Permukaan luar suatu dental implant akan berbeda dari satu dental  implant dan dental implant lainnya. Permukaan dental implant pada umumnya telah diperlakukan khusus dengan melakukan pelapisan permukaan dental implant dengan bahan tertentu yang memiliki fungsi merangsang terjadinya pertumbuhan tulang baru menuju ke permukaan dental implant tersebut, meskipun terdapat pula dental implant yang tidak memiliki lapisan khusus, dan memiliki permukaan yang halus atau permukaan yang dibuat menjadi kasar.

 

Dental implant terdiri dari 2 bagian: understructure atau struktur bawah yang disebut dengan body implant dan bagian atas  yang disebut dengan abutment. Body implant merupakan bagian yang tertanam di tulang rahang dan abutment merupakan dimana mahkota gigi dipasang

Desain dental implant : External and Internal Hex Implants

Hex: Merupakan suatu bentuk permukaan dari suatu body dental implant yang memiliki fungsi mengunci posisi abutment atau penyambung bagian atas dental implant. Terdapat 2 jenis hex, yaitu: internal hex implants, atau abutment (bagian atas) dental implant akan  menancap dan mengunci pada permukaan atas dental implant (platform) desain semacam ini disebut dengan external hex implants. Jika dilihat dari atas, maka akan dapat terlihat adanya alur sekrup di bagian tengah hex-dental implant menuju ke arah dasar. Bagian atas dental implant yang disebut dengan abutment akan terletak pada suatu kedudukan di permukaan atas dental implant yang disebut dengan hex dan selanjutnya antara abutment dan body dental implant terhubung dan dikencangkan menggunakan disekrup yang telah tersedia.

Pemakaian jenis dental implant yang memiliki hex internal atau eksternal hex sangat tergantung pada pilihan dokter gigi. Saya pribadi akan memilih desain dental implant dengan internal hex dikarenakan akan dapat memberikan retensi dan hasil estetik lebih baik dan mahkota gigi dapat terletak lebih dalam sehingga dapat terbentuk  saku gusi yang penting dalam menghasilkan tampilan kosmetik yang baik.

Dental implants dipasarkan dalam berbagai ukuran,  baik panjang maupun diameternya. Pemilihan ukuran dental implant yang akan dipasang disesuaikan dengan keadaan atau bentuk anatomi rahang setiap individu pasien. Hal ini dikarena akan sangat tergantung pada bentuk, ketebalan dan tinggi tulang rahang yang tersedia untuk tempat pemasangan dental implant.

 

Dental implant yang beredar dipasaran saat ini disebut dengan endosseous implant atau disebut root-formed implant, oleh karena bentuknya yang seperti akar gigi. Dental implant dapat digambarkan sebagai suatu bentukan seperti pasak (anchors), yang dipasangkan atau disekrupkan pada tulang rahang dan berfungsi untuk menggantikan bagian akar gigi. (Catatan: pada penjelasan di atas telah disebutkan bagian dental implant yang disebut dengan body dental implant, bagian inilah yang dimaksud dengan endosseous implant).

 

Teknik bedah  yang klasik dipergunakan dalam pemasangan dental implant  

Prosedur Bedah:

Untuk kebanyakan pasien, pemasangan dental implant akan dilakukan dengan 2 tahapan prosedur. Pertama, memasang dental implant ke dalam rahang. Untuk waktu antara 3 sampai 6 bulan akan terjadi perlekatan antara dental implan dengan jaringan tulang disekitarnya.

Setelah dental impalnt menyatu dengan tulang rahang, maka pemasangan dental implant akan masuk pada fase ke-2. Sekrup penutup dental implant akan dilepas dan selanjutnya bagian atas dental implant dipasang yang berfungsi sebagai tempat melekatnya mahkota gigi yang akan dipasang. Keseluruhan prosedur akan memakan waktu lebih kurang antara 3 sampai 6 bulan.

 

Secara labih terperinci tahapan pemasangan dental implant dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pada umumnya Dokter akan memberikan penjelasan secara terperinci mengenai prosedur bedah bagaimana  pemasangan  dental implant dilakukan dan segala kemungkinan komplikasi yang mungkin terjadi. (Segala sesuatu tentang dental implant dapat dilakukan pada saat kunjungan pertama ini dengan demikian pasien seharusnya pasien sudah dapat memperoleh segala sesuatu tentang bagaimana dental implant).
  2. Setelah pasien menyetujui untuk dilakukan pembedahan pemasangan dental implant, maka dokter gigi biasanya akan melakukan pencetakan rahang atas dan bawah. Hal ini dimaksudkan untuk membuat model rahang dari bahan gibs yang akan dipakai sebagai model rahang simulasi untuk merencanakan tempat pemasangan dental implant di rahang. Sehingga pemasangan dental implant dapat dilakukan dengan arah dan posisi yang benar. Pembuatan model rahang untuk simulasi dari gibs ini sangat penting terutama untuk perencanaan pemasangan dental implant berjajar atau lebih dari satu dental implant
  3. Setelah semua penjelasan dimengerti oleh pasien maka dokter gigi akan melakukan tindakan pembiuasan secara setempat (local anesthesia) sebelum tindakan bedah dilakukan. 
  4. Langkah selanjutnya dokter gigi akan melakukan insisi atau memotong gusi sepanjang tulang alveolar (bagian atas tulang rahang) dan selanjutnya akan membuka gusi sehingga bagian tulang rahang akan terlihat .
  5. Dilakukan pengeboran awal pada  tulang rahang ilakukan pengeboran awal dengan menggunakan mata bur berbentuk ujung bulat untuk menentukan titik awal tempat pemasangan dental implant. Selanjutnya pengeboran dilanjutkan dengan  menggunakan bur panjang (fissure bur) berdiameter 2.7mm dengan maksud untuk memperoleh  kedalaman yang sesuai dengan panjang dental implant implant yang akan dipergunakan dan untuk menentukan arah pasangnya.  Selanjutnya, setelah pengeboran dengan bur berdiameter 2.7 mm selesai, maka  pengeboran dilanjutkan menggunakan bur khusus dan  bertahap dengan menggunakan bur dengan diameter lebih besar dan dilakukan berurutan sampai dengan dicapainya diameter lubang pada tulang rahang dengan diameter yang sesuai dengan diameter dental implant yang akan dipasang. Terdapat bentuk bentuk bur khusus, diantaranya adanya saluran air di dalam  mata bur tesebut

 

Kapan diperlukan pemasangan Dental Implant?

Mengisi daerah yang kosong diantara gigi-gigi oleh karena adanya gigi yang telah tanggal, mis: oleh karena pencabutan gigi. Hal ini diperlukan agar gigi-gigi disampingnya tidak bergeser menuju ke daerah yang kosong tersebut. Gigi-gigi yang bergeser akan dapat menyebabkan tampilan estetik jelek dan gigi yang bergeser akan dapat menyebabkan keadaan penyangga gigi tersebut menjadi tidak sehat

 

Mengganti gigi tiruan

Kehilangan gigi dapat menyebabkan gusi dan tulang rahang di daerah yang mengalami kehilangan gigi mengalami proses degenerasi. Hal ini akan dapat menyebabkan terjadinya proses penuaan lebih awal, tulang rahang menjadi atrofi. Pengalaman klinis menunjukkan bahwa proses degenerasi di rahang bawah akan segera dirasakan pasien setelah melihat gigi tiruan lengkap (full denture) menjadi goyang atau tidak lagi terletak fit di atas rahang . Gigi tiruan yang tidak lagit fit akan dapat menyebabkan luka pada jaringan lunak rongga mulut (gusi) sehingga pasien dapat mengalami kesulitan bicara dan makan. Pada kasus pasien yang menggunakan gigi tiruan sebagain (partial denture) dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada gigi-gigi di samping gigi tiruan tersebut. Pemakaian dental implant dapat membantu pasien dalam memperbaiki penampilannya dan memperbaiki kualitas hidupnya.

 

Pasien yang menginginkan Pembuatan gigi tiruan: satu gigi maupun gigi tiruan jembatan (bridge)

Gigi tiruan jembatan dibuat dengan cara melekatkan gigi tiruan pada gigi-gigi yang ada dengan cara melekatkan gigi tiruan tersebut pada gigi-gigi disampingnya. Untuk pembuatan gigi tituan diperlukan pengasahan gigi-gigi sehat disampingnya sehingga dengan demikian gigi tiruan jembatan dapat dilekatkan pada gigi-gigi yang telah diasah (dikecilkan dengan cara diasah). Kerugian lainnya adalah tulang rahang di bawah gigi tiruan jembatan akan tetap mengalami proses degenerasi yaitu terjadinya proses atrofi pada tulang rahang.

Pada kasus kehilangan gigi lebih dari satu (multiple) diperlukan pembuatan bridge yang panjang sehingga proses pembersihan akan semakin sukar oleh karena tidak mungkin dilakukan pembersihan dengan menggunakan dental floss.

Pada pembuatan gigi tiruan jembatan, gigi disampingnya harus dilakukan pengasahan sehingga seluruh bagian email akan hilang, dengan demikian gigi akan semakin rentak mengalami proses kerusakan oleh karena karies yang biasanya awalnya terjadi di sekitar leher gigi.

Pemakaian dental dental implant akan lebih mengguntungkan karena untuk menggantikan gigi yang hilang tidak diperlukan pengasahan email gigi-gigi di sampingnya, karena suatu dentala implant dapat dipasangkan dengan mudah di antara dua gigi sehat.

 

Bagaimana dengan pasien dengan Diabetes Millitus?

Terdapat  2 aspek yang harus dipertimbangkan pada pasien dengan Diabetes Millitus yang akan melakukan pemasangan dental  implant:

  1. Pada dasarnya tindakan bedah pada pasien dengan Diabetes Millitus diperkennkan untuk menjalani pembedahan, asal kadar gula pasien dapat selalu dalam keadaan stabil, kadar gula di atas 170 mg/dL merupakan kontraindikasi untuk semua tindakan bedah.
  2. Pasien dengan Diabetes Millitus meskipun dalam keadaan stabil mempunyai resiko tinggi: dental implant tidak mengalami osseointegrasi karena adanya gangguan protein  pada tingkat molekuler, yaitu gangguan pada kadar integrin.  Sehingga pasien akan menghadapi resiko dental implant tidak mengalami proses osseointegrasi, sehingga dental implant dapat terlepas dan daerah disekitar dental implant dapat mengalami infeksi.

Penjelasan:

Kadar glukose tinggi akan dapat menyebabkan meningkatnya expresi integrin, sebagai akibat adalah terjadinya gangguan pada proses interaksi ikatan sel-sel endothel dinding pembuluh darah pada sisi dinding membrana basalis sehingga kekuatan daya adhesi antara matriks sel akan terganggu. Akibatnya akan terjadin gangguan pada proses migrasi dan proses replikasi pada proses reendothelization sehingga menyebabkan terjadinya sumbatan pada pembuluh-pembuluh darah mikro (microvascular). Gangguan pada aliran darah microvascular inilah yang menyebabkan mengapa proses osseointegrasi (menyatunya dental implant dengan tulang rahang) tidak dapat berlangsung.   


Penyakit atau gangguan kesehatan yang sebaiknya tidak dilakukan pemasangan dental implant:

1.

2.

 

Tingkat kesuksesan

Suksesnya pemasangan dental implant tergantung dari beberapa faktor:

  1. Ketrampilan operator 
  2. Kwalitas dan kwantitas tulang rahang yang tersedia untuk penempatan dental implant 
  3. Kebersihan mulut (oral hygine) pasien 

Konsensus dunia menyatakan bahwa tingkat keberhasilan dental implant sekitar 95-97 %. Hal terpenting untuk memastikan keberhasilan pemasangan dental implant adalah terpeliharanya stabilitas dental implant atau disebut dengan Implant Stability Quotient (ISQ)   Faktor penting lain yang mendukung keberhasilan pemasangan suatu dental implant adalah prosedur bedah yang benar dan menerapkan teknik asepsis (steril), kesehatan umum pasien dan peranan pasien dalam menjaga luka pasca operasi.

 

ILustrasi suatu dental implant untuk gigi geraham pertama kanan bawah:

1). Gambar foto x-ray dental implant yang telah dipasang di rahang bawah kanan, setelah 2.5 bulan.

2). Gambar klinis dental implant yang telah dipasang mahkota gigi

 

Gambar 1                      Gambar 2

 

Ilustrasi Denal Implant yang dipakai sebagai penyengga gigi tiruan jembatan: